Selasa, 24 April 2012

TUGAS TAFSIR TARBAWI


Nama               : Marjohan Hadidi
Bp                    : 409 253
Jurusan           : Pendidikan Agama Islam
TEMA
KISAH KEHACURAN UMAT NABI LUTH A.S
JUDUL
SELAMATNYA LUTH DAN PENGIKUTNYA DARI AZAB ALLAH 

A.   Pendahuluan
Tugas utama para Rasul yang di utus Allah kepada suatu umat adalah untuk memberikan peringatan dan menyampaikan syari’at islam. Dalam menyampaikan tugas ini mereka selalu mendapat halangan dan rintangan, mereka dihina, dicaci maki,  bahkan mereka disiksa oleh kaum nya sendiri. Begitu juga yang di alami oleh nabi Luth ketika beliau menyampaikan Agama Allah kepada kaum Sodom yang terletak antara Hijaz dan Syam. Yang mana kaumnya ini adalah kaum yang sangat melampaui batas, mereka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah yaitu homosexual.
 Nabi Luth selalu memberikan peringatan kepada mereka supaya mereka meninggalkan perbuatan itu, tapi mereka tidak mengacuhkannya. Pada suatu saat Allah mengutus para malaikat untuk membinasakan mereka,  yaitu dengan petir yang sangat dahsyat, membalikkan negeri mereka, dan menghujani dengan tanah yang keras Sehingga semuanya mati dan istri nabi Luth sendiri termasuk oarang yang binasakan, kecuali Luth dan orang-orang yang ikut bersamanya mereka itulah orang-orang yang bertaqwa pada Allah dan di selamatkan oleh Allah dari bencana yang begitu dahsyat.

B.   Ayat dan Terjemahan

1.       Surat         : Al-Hijr
Ayat          : 59-77
Juz            : 14
                                                                                                               
  إِلَّا آَلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ (59) إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَا إِنَّهَا لَمِنَ الْغَابِرِينَ (60) فَلَمَّا جَاءَ آَلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ (61) قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (62) قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ (63) وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (64) فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ (65) وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ (66) وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ (67) قَالَ إِنَّ هَؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ (68) وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ (69) قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ (70)
قَالَ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (71) لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ (72) فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ (73) فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ (74) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ (75) وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ (76) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ (77)

2.     Terjemahan dan Tafsir


59. kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya,
Menurut tafsir Al-Maraghi yaitu : kecuali para pengikkut Luth dalam agamanya, maka mereka tidak akan kami binasakan, tetapi kami selamatkan dari azab yang kami perintah untuk menimpakannya kepada kaum luth.

60. kecuali istrinya. Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)."
Menurut tafsir Al-Azhar Yaitu : Oleh karena Al-quran benar-benar wahyu, tidak bercampur kata lain, walaupun dari pikiran nabi Muhammad s.a.w sendiri, maka kerap kali bertemu di dalam al-Quran bahwa istri nabi Luth termasuk orang yang tinggal, yang turut tidak diselamatkan. Melaikan tinggal bersama kena azab dengan kaum itu. Apa sebab maka dia-padahal istri seorang Rasul-yang menyebutkan kesalahannya secara jelas; apakah dia berzina ? apa dia turut dalam perbuatan keji itu ? hanya di sebutkan saja di akhir surat At-tahrim ayat 10 bahwa dia menghianati suaminya. Apa kekhianatan itupun tidak disebut. Maka nyatalah bahwa hukum seberat itu yang di timpakan kepada diri istri nabi Luth itu niscaya sepadan dengan dosanya.
61. Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya,
62. ia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal."
            Menurut tafsir Al-Azhar Yaitu : Rupanya Nabi Luth tidak mengenal mereka, sama halnya dengan nabi Ibrahim. Dan teguran nabi Luth tentang orang-orang baru, yang masuk kedalam negrinya, padahal mereka tidak dikenal dan mereka Nampak masih muda-muda pula adalah berarti sebagai hendak memberikan kepada mereka tentang kekejian kaumnya terhadap sesama laki-laki. Kemudian tamunya berkata:
63. Para utusan menjawab: "Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.
64. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar.
            Menurut tafsir Al-Maraghi : Yaitu azab yang telah ditetapkan dan di takdirkan bagi kaum Luth. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar dalam menyampaikan berita kepadamu. Sesudah itu, mereka segera mengatur langkah-langkah penyelamatan sebelum turutnya azab kepada kaumnya. Mereka berkata :
65. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu."
 فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِن اللَّيْلِ     
“Pergilah dan bawalah serta keluagamu pada sebagian malam.”menurut riwayat keluarganya adalah kedua putrinya.
 وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ
“beradalah di belakang dan ikutilah keluargamu yang kamu bawa pergi diwaktu malam, agar kamu melindungi mereka, membawa mereka dengan cepat, dan mengawasi keadaan mereka yang tertinggal karena suatu maksud, lalu di timpa azab
وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ
Dan janganlah seorangpun diantara kalian menoleh kebelakang, sehingga melihat apa yang menimpa kaumnya, lalu dia merasa kasihan. Kemudian hendak dia meneguhkan hatinya untuk berhijrah, dan merasa senang berpindah ketempat kediaman yang baru.
            Kemudian para malaikat menegaskan larangan ini dengan perkataannya :
وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُون
Berjalanh lurus kearah yang diperintahkan oleh tuhan kepada kalian, tampa melihat kebelakang, seperti orang yang merasa sedih berpisah dengan kampung halamannya, sehingga kampung halaman itu selalu memutarkan batang lehernya kebelakang, sebagaima yang di katakana oleh abu tamam : mereka di perintahkan untuk terus menerus berjalan, serta dilarang berlambat-lambat dan berhenti-henti. Cara yang demikian itu di maksud untuk menyingkirkan segala penghambat dan mempercepat sampai kepada tujuan hakiki, yaitu negeri Syam.                  
66. Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.
Allah menerangkan alasan, mengapa mereka   untuk berjalan di waktu malam itu dengan cepat: وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَلِكَ الْأَمْر
Kami wahyukan kepada Luth, bahwa perkara itu telah ditetapkan pasti terjadi. Kemudian Allah menguraikan perkara itu :  أَنَّ دَابِرَ هَؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ
Sesungguhnya akhir dan permulaan kaumu pasti dibinasakan pada pagi itu, sehingga tidak seorangpun yang tersisa.
            Senada dengan ayat ini ialah firman-Nya
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا
“maka orang-orang yang zhalim itu dimusnakan sampai keakar-akarnya. “(Al-An’am, 6: 45)
67. Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.
Tafsir Al-Maraghi : ketika mendengar bahwa Luth telah kedatangan para tamu, para penduduk Sodom datang kerumah luth dengan gembira akan singgahnya mereka kekota itu. Kegembiraan itu disebabkan mereka sangat ingin melakukan kekejian terhadap para tamu.
Ayat ini menunjukan betapa buruknya perbutan mereka, karena mereka telah menyalahi adat kebiasan yang berlaku dan yang telah diletakan dalam rasa yang selamat (lurus), yaitu memuliakan dan memperlakukan orag asing dengan baik. Juga karena bermaksud melakukan kekejian terhadap para tamu, kekejian yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum mereka.
Diriwayatkan, istri luth member tahu mereka bahwa tiga orang anak muda beliau telah bertamu kerumah Luth, belum pernah mellihat rupa setampan dan sebagus mereka. Maka mereka pergi kerumah Luth dengan menampakan kesukaan dan kesenangan terhadap para tamu Luth.
PEKATAAN LUTH KEPADA KAUMNYA
            Selanjutnya Allah memberitahukan perkataan Luth kepada kaumnya ketika dia mereka hendak berbuat buruk terhadap para tamunya.
68. Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku),
Menurut tafsir Al-Azhar Yaitu : Namun mereka tidak mengacuhkan, bahkan mereka mendesak juga. Kemudian Luth mempertegas larangannya :
69. dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina."
Tafsir Al-Maraghi : Tujuan kalimat ini lebih tegas di bandingkan kalimat sebelumnya. Sebab penganinyaan terhadap tetengga setelah mellindunginya adalah lebih tercela. Karenanya, Luth mengibaratkan keterusterangan mereka dalam menentangnya dengan perbuatan yang menghinakan, maka dia menyuruh mereka agar bertakwa kepada Allah dalam hal itu.
            ­
Kaum Luth menjelaskan sebab mereka mempermalukan dan menghinakannya.
70. Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia
            Tafsir Al-Maraghi : Telah menjadi kebiasaan mereka berbuat buruk terhadap setiap orang asing. Sedagkan Luth dengan segala kemampuannya melarang mereka dari perbuatan itu dan berusaha memghalangi-halangi mereka dari setiap orang yang hendak diperlakukan buruk. Mereka sendiri telah melarang Luth untuk menghalangi-halangi mereka melakukan perbuatan tersebut. Ringkasan perkataan mereka : sesungguhnya kenistaan dan permaluan yang kamu katakana itu sumbernya dari kamu sendiri; kamu yang memulai. Kalau saja kamu tidak menghalangi-halangi kami, tentu apa yang menimpamu itu tidak akan terjadi.
            Ketika mereka terus menerus melakukan kesesatan dan tidak mau berpaling dari padanya serta tidak mau meninggalkanya maka luth berkata :
71. Luth berkata: "Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)."
Tafsir Al-Azhar : Jika kamu hendak melakukan persetubuhan melepaskan syahwatmu tidak ada halangan. Ini anak perempuanku, kawinilah dia secara sah, inilah jalan yang benar. Namun tawaran itu tidak mereka dengarkan dan tidak mereka pedulikan. Mereka bertambah mendesak. Kemudian Allah menjelaskan kepada rasul, bahwa mereka tidak bisa di harapkan akan berhenti dari kesesatan :
72. (Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)."
 Demi umurmu! Ya utusan  Muhammad! Sumpah kemulian tentang hidup yang amat berharga untuk nabi kita Muhammad s.a.w yang tidak di berikan tuhan kepada seorangpun dari pada nabi-nabi. Demikianlah kesan dari mufasir yang besar Abu Bakar Ibnul Arabi dan dikuatkan oleh ahli-ahli tafsir lain. Demi umurmu yang bernilai tinggi, ya Rasulku, sesungguh pembicaraan tulus ikhlas dan seruan dari hati yang telah digsampaikan oleh nabi Luth kepada kaum itu tidak ada lagi yang mapan. Sebab mereka sangat di mabukan oleh hawa nafsu.
Dalam rebut-ribut berkerumun itu, sedang nabi Luth tegak di muka pintu rumah nya, maka kedua malaikat utusan itu menarik tangan nabi Luth supaya masuk kedalam rumah. Dan pintu di kunci, segala macam usaha dicoba mereka untuk masuk. Tetapi tidak berhasil, mata mereka dibutakan oleh Allah pada saat itu tidak tentu kemana mereka hendak masuk. Senada dengan ini adalah terdapat dalam surat Al-Qamar ayat 37.
وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ
Artinya : Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamnuya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Karena itu satu demi satu mereka meninggalkan rumah nabi luth, ketika sudah lengang di halaman, kedua malaikat itu memerintahkan kepada nabi luth supaya mempersiapkan keluarganya untuk berangkat meninggalkan negri itu lepas tengah malam.

73. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
            Azab itu bermula pada waktu subuh dan berakhir pada waktu matahari terbit. Inilah mengapa pada ayat sebelumnya  Allah berfirman “mushbihin”, dalam ayat ini Dia berfirman “musriqin”. Akhdzu ‘sh-shaihah berarti petir memaksa dan mengerasi mereka. Karena itu, orang tawanan disebut akhidz (orang yang di ambil dengan paksa)
            Kemudian Allah menjelaskan bagaimana petir itu membinasakan mereka dan negri mereka.
74. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.
Ringkasan : Allah Ta’ala mengirimkan tiga macam adzab kepada mereka, yaitu ;
Pertama : petir yang dahsyat dan suara yang mengejutkan serta menakkutkan
Kedua             : Allah membalikan negeri keatas mereka, sehingga bagian atasnya di jadikan kebawah.
Ketiga : Allah menghujani mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah yang keras.
Allah menerangkan bahwa dalam kisah-kisah ini terdapat pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran.
75. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.
             Al-bukhari di dalam At-tarikh, Tirmidzi, ibnu jarir, ibnu Abi Hatim, Abu Naim,dan Ibun Mardawaih mengelaurkan riwayat dari Abu Sa’ad Al-Khudri, bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
اتقوا فرسة  المؤمن فانه ينظر بنورالله تعالى ثم قرأ : ان فى ذلك لآ يات للمتو سّمين.
Takutlah  kepada firasat orang mu’min, karena dia melihat dengan cahaya Allah Ta’ala”. Keudian beliau membaca, “ sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.”
76. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
Menurut tafsir Al-Azhar : Artinya kafilah –kafilah yang keluar masuk ke negeri mekah dapat melewati bekas reruntuhan itu, sehingga mereka selalu dapat melihatnya.
77. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
            Maka orang-orang yang mempunyai kepercayaan kepada Allah, apabila dia melewati reruntuhan negeri yang terbalik itu, dapatlah bermenung dan insaf akan kekuasaan Allah dan bertambah imanya karena itu, bahwa bagi allah meruntuhkan sebuah negeri karena dosanya, adalah perkara yang gampang bagi Allah. Menrunkan hujan batu berapi  dan berbelerang pun mudah baginya. Sebuah negeri yang tadinya subur dan ramai, dalam waktu yang sebentar saja terbalik dan tenggelam. Negeri itu terletak di pinggir jalan kafilah dari madinah ke Syam, yang di zaman Rasulullahs.a.w sangat ramai di lalui oleh kafilah-kafilah perniagaan. Penafsir belum tahu apakah bekas negeri itu masih ada  sampai sekarang sebab sudah empat belas abad berlalu setelah zaman Rasulullah. Belum ada pengetahuan penulis apakah jalan kareta api yang didirikan di zaman kerajaan Osmani dari Syam ke Madinah, yaitu atas kehendak Sultan Abdulhamid, (meninnggal tahun 1909 M.-1327 H). sekarang jalan itu masih ada dan kerajaan-kerajaan arab hendak membangunnya kembali.
            Tapi menurut tafsir AL-Maraghi : bekas-bekas itu masih ada sampai kini, tidak terkubur dan tersembunyi, orang-orang yang melaluinya dari Hijaz ke Syam dapat menyaksikan bekas-bekas peninggalannya                      

C.    Analisis  Unsur-Unsur Kisah
1.      Tokoh
·         Manusia laki-laki
Ø  Nabi Luth
Ø  Laki-laki yang melakukan Homosex
·         Tokoh wanita
Ø  Istri Nabi Luth
Ø   Putri-Putri Nabi Luth
·         Tokoh Makhluk Halus/Ghaib
Ø  Beberapa Orang Malaikat
2.       Peristiwa/Kisah
Kisah yang penulis angkat pada makalah ini yaitu ketika umat nabi Luth melakukan perbuatan hina dan keji, mereka melakukan perzinaan laki-laki sesama laki-laki. Nabi Luth telah memberikan peringatan kepada mereka supaya mereka meninggalkan perbuatan itu, tapi mereka tetap melakukanya, bahkan ketika para Malaikat datang bertamu kerumah Nabi Luth, mereka ingin sekali melakukan perbuatan keji terhadap para tamu itu. Nabi luth meminta agar mereka memuliakan para tamunya, namun mereka tidak mengacuhkannya. Berulang kali nabi Luth memberi peringatan agar mereka menghentikan perbuatan hina itu, dan kalau tidak di hentikan maka azab Allah pasti datang, namun mereka tidak percaya. Akibat nya Allah menimpakan kepada mereka tiga macam azab.

3.      Dialog-Dialog
·         Dialog antara Malaikat dengan Luth
·         Dialog antara Nabi Luth dengan kaumnya
·         Dialog antara Istri Luth dengan Kaum Sodom
4.      Tempat Peristiwa
Tempat kejadian kisah nabi Luth ini ialah di Negri Sodom, yaitu terlatak di pinggir jalan kafilah dari Madinah(Hijaz) ke Syam.
5.      Masa atau Waktu

Kisah nabi Luth ini tidak di jelaskan tahun kejadiannya, tapi dapat kita lihat bahwasannya kisah ini terjadi ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun. Sedangkan waktu kehancuran umat nabi Luth sendiri yaitu terjadi diwaktu fajar yakni waktu matahari akan mulai terbit di ufuk timur dan berakhir pada waktu matahari terbit.

D.   Analisah Tema, Sub Tema Kisah.
 Nabi Luth adalah rasul yang di utus oleh Allah kepada kaum Sodom yang mana mereka adalah kaum yang melakukan perbuatan yang sangat keji sebagai mana firman Allah yang berbunyi, Artinya: “sesungguhnya kami ini diutus kepada suatu kaum yang berdosa” .[1]yaitu penduduk negeri Sodom yang sangat berdosa.”mereka sangat cabul, yaitu laki-laki berzina dengan laki-laki, ketika para malaikat mengatkan bahwa mereka akan dibinasakan semua nya, kecuali keluarga Luth dan keluarganya,sungguh kami akan menyelamatkan mereka kecuali istrinya.
Istri nabi Luth adalah seorang yang tidak di selamatkan Allah karena dia tidak mendengarkan apa yang di sampaikan oleh suaminya.

1.      Datangnya para malaikat  kepada Nabi Luth
Seperti yang di jelaskan oleh malaikat kepada nabi Ibrahim bahwasanya umat nabi Luth adalah umat yang melampaui batas. Sudah berkali-kali Nabi Luth memberikan peringatan kepada mereka supaya meninggalkan perbuatan yang hina itu dan kalau tidak mau menghentikannya , maka azab tuhan pasti akan datang. Namun mereka tidak mau percaya bahkan mereka menghina nabi Luth. Sebelum datangnya azab itu Allah mengirim para utusannya (malaikat) kepada nabi Luth dan menyampaikan maksudnya, bahwasanya mereka datang membawa azab Allah kepada kaum yang keji itu. Setelah itu mereka mengatur strategi apabila nanti datang azab Allah. Maka para malaikat memerintahkan supaya Nabi Luth dan keluarga untuk pergi meninggalkan rumah mereka pada waktu malam hari, dan nabi Luth di suruh bejalan dibelakang mereka supaya tidak ada satupun yang tertinggal, dan jangan pernah untuk menoleh kebelakang. Itulah tindakan yang akan diambil oleh nabi Luth apabila malam tiba, kemudian Nabi Luth menyampaikan perintah itu kepada keluarganya yang akan ikut pindah bersama beliau.
2.      Datangnya umat nabi Luth kerumahnya

Setelah tersiar kabar bahwa nabi Luth kedatangan tamu, maka para penduduk Sodom itu datang berbondong-berbondong kerumah nabi Luth dengan gembira karena mereka sangat ingin sekali melakukan perbuatan keji terhadap para tamu Luth Itu.
            Ada riwayat mengatakan bahwasannya yang memberitahukan kepada mereka adalah istri Luth sendiri, bahwa di rumahnya ada tiga orang anak muda yang betamu kerumah nya. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat wajah setampan dan sebagus mereka. Maka setelah mendengar kabar dari istri Luth itu, lalu mereka pergi kerumah Luth dan menampakan kesukaannya kepada tamu Luth. Maka ketika para kaumnya tiba di rumah Luth, lalu Luth berkata : “sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah bikin malu aku” tapi mereka tidak mau mendengarkanya. Malahan mereka mendesak nabi Luth untuk menyerahkan para malaikat itu kepada mereka, namun Luth menolaknya dan berkata : dan takutlah kepada Allah dan janganlah kamu hinakan daku. Namun mereka kembali membantah dan berkata : bukankah kami telah melarangmu dari (menerima) orang-orang yang datang ke kampong ini. Mereka makin menyalahkan Luth karena sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan tidak boleh menerima tamu laki-laki secara diam-diam, kalau ada tamu laki-laki”maka harus disampaikan kepada seluruh isi negeri. Nah sekarang Luth kedatangan tamu, namun tidak memberitahukannya kepada mereka. Ini merupakam kesalahan besar bagi Luth kata mereka, kata mereka para tamu itu harus diserahkan kepada mereka. Tapi nabi menolaknya karena keselamatan para tamu itu adalah tanggung jawab Nabi Luth, seandainya nabi menyerahkan kepada mereka itu merupakan suatu kehinaan bagi Ltuh. Kemudian nabi Luth mencoba membujuk mereka :  ini lah anak-anak perempuanku, jika kalian handak melepasakan syhawatmu tidak ada halangan  bagimu, kawinilah anak perempuan ku ini dengan jalan yang sah, inilah jalan yang benar.
            Namun tawaran yang begitu mulia dari nabi Luth tidak mereka dengar dan pedulikan, malahan mereka makin mendesak supaya menyerahkan para tamu itu karena mereka telah sangat di mabukan oleh hawa nafsu mereka melihat wajah laki-laki yang baru datang kerumah nabi Luth, sampai demikian jatuh Akhlak mereka.
            Dalam rebut-ribut berkerumun itu, ketika itu nabi Luth berdiri di depan pintu rumahnya, seketika itu juga malaikat utusan itu menarik tangan Luth supaya masuk kedalam rumah, dan pintu di kunci. Setelah itu mereka mencoba untuk masuk kedalam rumah, berbagai cara yang mereka lakukan untuk masuk, tapi tidak pernah berhasil karena mata mereka di butakan oleh Allah pada saat itu sehingga tidak tentu kemana mereka akan masuk.
            Oleh karena itu  satu demi satu mereka meninggalkan rumah nabi Luth. Ketika mereka sudah tidak ada laigi di halaman rumah Luth, para malaikat itu memerintahkan kepada nabi luth  supaya bersiap-siap untuk berangakat meninggalkan negeri itu beserta keluarga dan pengikutnya apabila telah lewat tengah malam, sesuai dengan apa yang telah di rencanakan pada siang harinya.
            Setelah lewat tengah malam maka mulailah nabi Luth dan pengikutnya meninggalkan kampungnya (negeri Sodom). Dalam perjalanan itu luth berjalan di belakang dan pengikutnya berjalan lebih dulu agar tidak ada satupun di antara meraka yang tertinggal. Dalam perjalanan itu mereka di larang melihat/menoleh kebelakang. Setelah tidak berapa jauh mereka meninggalkan negeri itu maka turunlah kepada mereka (umat luth) azab, yang telah di nantikan itu. Yaitu mereka sambar petir diwaktu matahari terbit, maka Allah membalikan negeri mereka dan menghujani mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah yang membatu sehingga hancurlah semua kaum Luth yang durhaka itu, beserta isrti luth yang melanggar larangan yang telah di tetapkan oleh Alla yaitu menoleh/melihat kebelakang, dia mencoba melihat apa yang terjadi di negeri yang mereka tinggalkan itu, dia tercengang-cengang padahal tidak boleh di lihat, ketika itu juga jatulah dari hujan bara api itu ke atas kepalanya maka hancurlah tubuhnya terbakar sampai menjadi abu. Sedangkan nabi Luth beserta pengikutnya meneruskan perjalanan menuju tempat yang di perintahkan Allah kepadanya. Sehingga mereka diselamatkan oleh Allah dari Azab yang mematikan dan mengerikan itu.
            Negeri Sodom ini terletak di pinggir jalan dari madinah ke Syam, yang di zaman Rasulullah s.a.w. sangat ramai di lalui oleh kafilah-kafilah perniagaan. Hingga kini bekas-bekasnya masih tetap ada, tidak terkubur dan tersembunyi. Orang-orang yang melalui dari hijaz ke syam  dapat menyaksikan bekas-bekas peninggalannya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash-Shaffat ayat 36-37 :


E.     Kesimpulan
1.      Sebelum Allah menimpakan suatu azab kepada suatu kaum maka dia memberitukan dulu kepada orang yang ta’at atau dengan di berikannya firasat kepada orang yang saleh, sehingga dengan itu mereka mengetahui ihwal manusia dengan taksiran dan perkiraan.
2.      Hendaklah kita memuliakan setiap tamu yang datang kerumah kita walaupun kita belum mengenalnya, karena boleh jadi tamu yang datang itu adalah sebagai ujian dari Allah untuk kita.
3.      Dalam menyelesaikan suatu masalah hendaklah di bicarakan/musyawarahkan dulu sebelum menetapkan apa yang kita inginkan.
4.      Jangan pernah sekalipun untuk melanggar apa yang telah di larang oleh Allah karena Allah pasti akan melihatkan kekuasaan Nya. Sebagaiman yang terjadi pada istri nabi Luth.
5.      Allah pasti mendatangkan suatu azab kepada kaum yang mendurhakai tuhan, kafir kepada Rasulnya dan tidak mau meniggalkan kesesatan setelah di peringatkan dan di nasehati.
F.     Daftar Pustaka

Hamka, Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al-Azhar, Yayasan Nurul Isalam, yang di cetak mulai hari kamis, 21 Januari 1965, selasai sabtu 30 januari 1965.

Al-Maraghi, Ahmad Mustafa, Terjemahan Tafsir Al-Maraghi,Cv. Toha Putra Semarang. Jln. Kauman. 16. Ct,pertama. 1987.

Al-Quran Digital dan terjemahannya



[1] Surat Al-Hijr ayat 58

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar